Cerita ini saya dengar dalam sebuah khutbah Jumat kira-kira pada hari Jumat pada akhir bulan Maret 2013. Terus terang, saya tidak ingat siapa nama yang menjadi khatib hari itu. Tetapi yang jelas, khatib kelihatan seorang akademisi, umurnya kira-kira 50-an dan dalam pengantar khotbahnya beliau sudah 20 tahun tinggal dan belajar di sana. Inti khotbahnya berkaitan dengan pendidikan. Beliau lebih menyoroti bagaimana perkembangan pendidikan di Australia dimana disana muslim adalah minoritas.
Salah satu poin dalam khotbah yang masih sangat saya ingat adalah saat dia mencerita bagaimana memanfaatkan teknologi yang ada saat ini untuk pendidikan agama Islam. Lantas dia bercerita, ada seorang muslim turunan Jepang sesama Jamaah disana. Kebetulan, temannya ini memiliki anak kecil berumur tiga atau empat tahun. Setiap waktu sholat dia bawa ke tempat sholat (suatu bangunan sebagai tempat berkumpul minoritas muslim disana). Anak kecil tersebutlah sudah bisa hafal quran sampai 5 juz.




