Virus Corona itu makhluk hidup, saya yakin mrk punya bahasa sendiri. Bila dia muncul saat nabi Sulaiman pasti dia itu sudah bunuh diri. Karena patuhnya pada Nabi.
Kenapa sekarang merajalela, karena tak ada yg didengar atau tak ada lagi yg bisa mendengar. Sekarang banyak yg bicara tapi beda dg yg dibicarakan.
Selain obat agar Corona cepat lenyap (tdk ganas) perlu ada orng yg hatinya seputih kapas yg tak ternoda. Antara mulut dan hati seirama.
Ingat Corona itu makhluk juga makhluk seperti manusia. Banyak message dari kemunculan Corona ini.
Salah satu yg mesti dilakukan adalah intropeksi diri. Upaya utk memutihkan hati tanpa noda hrs terus dilakukan.
Coba bayangkan, kita sama-sama muslim dan sama suku Aceh saja, kadang diantara kita saja masih saling benci dan marah tanpa sebab, hanya karena hal-hal kecil. Malah ada yg mengatakan: "Pu Ka peugah, nyoe gampong kee" (Apa kamu bilang, ini kampung saya), dll. Sumpah serapah yg begitu mudah. Seakan-akan yg disumpah-serapahi bodoh tak tahu apa-apa. Padahak hanya menyampaikan membawa kemaslahatan bersama. Tapi karena beda dari kebiasaan jadi terus marah-marah.
Belum lagi yg tak kasat mata yg mungkin lebih miris dari yg kasat mata.
(Baru saya baca berita, ada granat yg meletus di sebuah rumah pejabat).
Lebih tak masuk akal lagi, ada yg menantang Tuhan, tak mau mendengar kebaikan yang disampaikan, bahkan sampai membentuk koloni memfitnah kebaikan2 yg disampaikan. Hanya karena kepentingan pribadi dan koloni yg terhalangi.
Manusia bila kepentingan dirinya terhalangi tak berpikir benar dan salah. Bisa teramat sangat ganas melebihi korona.
Apakah manusia tak lebih ganas dari Corona?
Virus ini datang dari Cina. Tapi ingat, pesan dalam Islam jelas: Allah memberi bencana bukan hanya utk seseorang atau sebuah kaum tapi utk semuanya meski yg mempertontonkan dosa hanya sebagian kaum.
Tapi ingat, pesan dlm Islam juga jelas: Bila masih ada orang yg shalih Allah pasti menerima doa2nya. Allah akan menghilangkan wabah meski penyebarannya begitu Dahsyat.
Sekali saya tegaskan, selain obat sbg ikhtiar, juga doa2 orang shalih akan meredam wabah ini.
Mari bersama-sama menjadi orang shalih mumpung masih ada waktu.
(Tulisan ini bukan copas, langsung dari Ust (😅)dj.Husita). Bila ada yg tersinggung dan ada bantahan, siap melayani perdebatan dg batas2 ukhwah islamiah) 🙏🙏🙏🙏
Kenapa sekarang merajalela, karena tak ada yg didengar atau tak ada lagi yg bisa mendengar. Sekarang banyak yg bicara tapi beda dg yg dibicarakan.
Selain obat agar Corona cepat lenyap (tdk ganas) perlu ada orng yg hatinya seputih kapas yg tak ternoda. Antara mulut dan hati seirama.
Ingat Corona itu makhluk juga makhluk seperti manusia. Banyak message dari kemunculan Corona ini.
Salah satu yg mesti dilakukan adalah intropeksi diri. Upaya utk memutihkan hati tanpa noda hrs terus dilakukan.
Coba bayangkan, kita sama-sama muslim dan sama suku Aceh saja, kadang diantara kita saja masih saling benci dan marah tanpa sebab, hanya karena hal-hal kecil. Malah ada yg mengatakan: "Pu Ka peugah, nyoe gampong kee" (Apa kamu bilang, ini kampung saya), dll. Sumpah serapah yg begitu mudah. Seakan-akan yg disumpah-serapahi bodoh tak tahu apa-apa. Padahak hanya menyampaikan membawa kemaslahatan bersama. Tapi karena beda dari kebiasaan jadi terus marah-marah.
Belum lagi yg tak kasat mata yg mungkin lebih miris dari yg kasat mata.
(Baru saya baca berita, ada granat yg meletus di sebuah rumah pejabat).
Lebih tak masuk akal lagi, ada yg menantang Tuhan, tak mau mendengar kebaikan yang disampaikan, bahkan sampai membentuk koloni memfitnah kebaikan2 yg disampaikan. Hanya karena kepentingan pribadi dan koloni yg terhalangi.
Manusia bila kepentingan dirinya terhalangi tak berpikir benar dan salah. Bisa teramat sangat ganas melebihi korona.
Apakah manusia tak lebih ganas dari Corona?
Virus ini datang dari Cina. Tapi ingat, pesan dalam Islam jelas: Allah memberi bencana bukan hanya utk seseorang atau sebuah kaum tapi utk semuanya meski yg mempertontonkan dosa hanya sebagian kaum.
Tapi ingat, pesan dlm Islam juga jelas: Bila masih ada orang yg shalih Allah pasti menerima doa2nya. Allah akan menghilangkan wabah meski penyebarannya begitu Dahsyat.
Sekali saya tegaskan, selain obat sbg ikhtiar, juga doa2 orang shalih akan meredam wabah ini.
Mari bersama-sama menjadi orang shalih mumpung masih ada waktu.
(Tulisan ini bukan copas, langsung dari Ust (😅)dj.Husita). Bila ada yg tersinggung dan ada bantahan, siap melayani perdebatan dg batas2 ukhwah islamiah) 🙏🙏🙏🙏







