Minggu, 22 Maret 2020

Virus Corona itu makhluk hidup, saya yakin mrk punya bahasa sendiri. Bila dia muncul saat nabi Sulaiman pasti dia itu sudah bunuh diri. Karena patuhnya pada Nabi.

Kenapa sekarang merajalela, karena tak ada yg didengar atau tak ada lagi yg bisa mendengar. Sekarang banyak yg bicara tapi beda dg yg dibicarakan.

Selain obat agar Corona cepat lenyap (tdk ganas) perlu ada orng yg hatinya seputih kapas yg tak ternoda. Antara mulut dan hati seirama.

Ingat Corona itu makhluk juga makhluk seperti manusia. Banyak message dari kemunculan Corona ini.

Salah satu yg mesti dilakukan adalah intropeksi diri. Upaya utk memutihkan hati tanpa noda hrs terus dilakukan.

Coba bayangkan, kita sama-sama muslim dan sama suku  Aceh saja, kadang diantara kita saja masih saling benci dan marah tanpa sebab, hanya karena hal-hal kecil. Malah ada yg mengatakan: "Pu Ka peugah, nyoe gampong kee" (Apa kamu bilang, ini kampung saya), dll. Sumpah serapah yg begitu mudah. Seakan-akan yg disumpah-serapahi bodoh tak tahu apa-apa. Padahak hanya menyampaikan membawa kemaslahatan bersama. Tapi karena beda dari kebiasaan jadi terus marah-marah.

Belum lagi yg tak kasat mata yg mungkin lebih miris dari yg kasat mata.

(Baru saya baca berita, ada granat yg meletus di sebuah rumah pejabat).

Lebih tak masuk akal lagi, ada yg menantang Tuhan, tak mau mendengar kebaikan yang disampaikan, bahkan sampai membentuk koloni memfitnah kebaikan2 yg disampaikan. Hanya karena kepentingan pribadi dan koloni yg terhalangi.

Manusia bila kepentingan dirinya terhalangi tak berpikir benar dan salah. Bisa teramat sangat ganas melebihi korona.

Apakah manusia tak lebih ganas dari Corona?

Virus ini datang dari Cina. Tapi ingat, pesan dalam Islam jelas: Allah memberi bencana bukan hanya utk seseorang atau sebuah kaum tapi utk semuanya meski yg mempertontonkan dosa hanya sebagian kaum.

Tapi ingat, pesan dlm Islam juga jelas: Bila masih ada orang yg shalih Allah pasti menerima doa2nya. Allah akan menghilangkan wabah meski penyebarannya begitu Dahsyat.

Sekali saya tegaskan, selain obat sbg ikhtiar, juga doa2 orang shalih akan meredam wabah ini.

Mari bersama-sama menjadi orang shalih mumpung masih ada waktu.

(Tulisan ini bukan copas, langsung dari Ust (😅)dj.Husita). Bila ada yg tersinggung dan ada bantahan, siap melayani perdebatan dg batas2 ukhwah islamiah) 🙏🙏🙏🙏

Sabtu, 09 Desember 2017

Setiap tanggal 4 Desember, Gerakan Aceh Merdeka memperingati hari kelahirannya (milad). Pada tanggal tersebut tahun 1976 ( 41 tahun silam), Hasan di Tiro (Hasan Tiro) dan beberapa pengikutnya memproklamirkan gerakan perlawanan kepada NKRI yang kemudian dikenal dengan GAM di daerah gunung Halimun, kawasan pedalaman Tiro Pidie. Tujuannya adalah ingin memerdekan Aceh dengan sebutan Aceh-Sumatera National Front’s (ASNLF). Mulai saat itu terjadi perlawanan bersenjata antara GAM dengan pemerintah Indonesia.

Perlawanan senjata itu berlangsung lumayan lama. Selama itu banyak cerita kemanusiaan yang memilukan. Bak sebuah perang, tentu saja korban jiwa, harta dan sebagainya tidak dapat dielakkan. Selama konflik berlangsung, setiap tanggal 4 Desember (bahkan menjelang dan pasca) menjadi waktu yang mencekamkan bagi rakyat Aceh.

Minggu, 03 Desember 2017

Salah satu program perkuliahan bagi calon guru yang pernah pernah dipercayakan kepada saya selama 10 terakhir adalah Micro Teaching. Sesuai dengan namanya, Micro Teaching adalah salah satu program perkuliahan bagi mahasiswa calon guru melalui langsung praktek atau latihan mengajar secara langsung.

Meskipun para mahasiswa keguruan selama ini sudah mantap mengetahui teori-teori pendidikan dan pembelajaran selama menduduki bangku kuliah. Namun, belumlah cukup bila belum melakukan praktek yang nyata.

Oleh karena itu, program perkuliahan mikro teaching menjadi penting dan wajib diikuti oleh para calon guru karena memberi pengalaman pertama dalam proses pembelajaran di depan kelas. Sehingga, program ini benar-benar mampu menghasilkan guru yang profesional dan berkualitas yang siap dipergunakan sebagai tenaga pendidik di tengah-tengah masyarakat.

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi guru dan mengajar di depan kelas adalah hal yang biasa dan semua orang bisa melakukannya. Tetapi faktanya, mereka yang sudah mengajar dan sudah berlatih mengajar pun masih ada yang belum mampu mengajar dengan baik dan benar.

Selasa, 28 November 2017

Guru merupakan salah satu komponen masyarakat yang memiliki  tugas mengajar dan mendidik anak bangsa. Karena tugas mulia ini banyak masyarakat sangat mengharapkan guru dapat bekerja secara profesional.

Harapan Masyarakat yang cukup besar itu dapat dipahami karena guru merupakan garda terdepan dalam memajukan pendidikan. Bila suatu bangsa pendidikannya maju, maka  dapat dipastikan negara tersebut berada pada jajaran negara maju.

Begitu pentingnya pendidikan, maka ekspektasi masyarakat juga  besar terhadap ujung tombaknya untuk lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Sehingga harapan pendidikan maju akan lebih cepat tercapai.

Resent Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Join Us

Setiap Tulisan yang Ingin diambil atau dicopy di Blog ini Sangat Etis Bila diberi tahu. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Popular Posts

Video of Day

Our Facebook Page

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Find us on Facebook

Our Facebook Page

About

News

Opinium