Rabu, 15 November 2017

Sebagai seorang anak, tentu ada peristiwa-peristiwa tertentu dalam hidup yang membuat orang tua terutama Ibu tersakiti. Bahkan saat  baru saja mengenal dunia sudah mulai membuat hati ibu gusar. Kemudian, saat ego mendominasi akal sehat, sungguh banyak peristiwa yang terkadang membuat ibu menggaruk dada.
Ketika ada anak dewasa menggugat  ibunya memperkarakan ibunya karena harta, memencarakan mereka, menenda miliaran rupiah bahkan ada yang mengusir dari rumah mereka sendiri.  Belum lagi ada yang ingin membunuh karena ingin menguasai harta warisan.
Begitulah gambaran yang sempat terlihat dan secara terang-terangan memperlihat konflik yang tajam yang membuat ibu tersakiti. Belum lagi peristiwa-peristiwa lain misalnya membuang ibunya ke panti jumpo. Memperlakukan tidak manusia karena sudah tua dan dianggap beban.
Peristiwa-peristiswa miris itu memperlihatkan perbedaan antara ibu dan anak. Padahal pada hakekatnya, anak adalah seorang makhluk hidup yang lahir dari rahim seorang ibu.  Sebelum lahir, selama Sembilan bulan seorang anak hidup dalam perut sang ibu. Ibu membawanya ke mana-mana. Menahan rasa sakit yang tak terhingga sampai ada sebagian ibu yang tidak bisa ke mana-mana bahkan hanya sekedar bangkit dari tempat tidur. Ketika ibu makan, tidak semua makanan untuk dirinya, tetapi sebagian sari makanan yang ibu asup terbagi kepada anaknya yang masih sangat teramat lemah dalam kandungan.
Apakah ibu mendendam dengan segala perlakuan yang tidak baik kepada mereka. Sama sekali tidak. Karena seorang ibu bukanlah pendedam. Mereka pasti akan memaafkan anak-anaknya meskipun perlakukan mereka tidak seperti yang diharapkan.
Mungkin, kadang mereka tak pernah mampu melawan kuasa.  Lalu muncul sepah serapah kepada anak-anak yang tidak mampu melihat kenyataan bahwa dia adalah seorang ibu. Tetapi selebihnya, para ibu-ibu yang kita cintai itu, disudut malam, saat dia sendirian, pasti matanya memerah menangis dan berdoa semoga anak-anaknya selalu berada pada jalan yang benar. Mengharapkan anak-anaknya selalu sukses dunia akhirat meskipun dia tidak pernah mengharapkan balasannya. Semuanya untuk anak.
(Selalu tak terlupakan, ketika memohon maaf dan menyalami ibu. Ibu selalu bilang: Ibu selalu memaafkan mu).

0 komentar:

Posting Komentar

Resent Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Join Us

Setiap Tulisan yang Ingin diambil atau dicopy di Blog ini Sangat Etis Bila diberi tahu. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Popular Posts

Video of Day

Our Facebook Page

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Find us on Facebook

Our Facebook Page

About

News

Opinium